Karakteristik Konsumen
Nadhea Meivelia Cipta
20010078
-----
Karakteristik Konsumen
Perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan
budaya telah menjadi katalisator bagi pergeseran besar dalam cara konsumen
berinteraksi dengan merek, produk, dan layanan. Zaman yang terus berubah, dimana
kebiasaan konsumen yang sebelumnya dapat diprediksi, kini menjadi lebih sulit
untuk diantisipasi. Perubahan drastis dalam preferensi konsumen, pola
pembelian, dan cara berinteraksi dengan merek telah menimbulkan tantangan baru
bagi perusahaan dan pemasar dalam menjalankan strategi mereka. Dengan semakin
kompleksnya pola perilaku konsumen, inovasi dan pemahaman yang mendalam
sangatlah penting untuk mencapai kesuksesan dalam menghadapi tantangan dan
peluang di era baru ini.
Teori perilaku konsumen merupakan teori yang
menjelaskan bahwa konsumen akan menetapkan kuantitas komoditas yang dikonsumsi
dengan cara memaksimumkan kepuasan (utilitas). Pada penentuan kuantitas ini
konsumen dihadapkan pada kendala pendapatan dan harga komoditas. Sementara
preferensi dan variabel yang lain dianggap tetap atau konstan yang disebut
dengan ceteris paribus.
Peran perilaku konsumen beragam tergantung pada
pemanfaatan atau penggunaannya. Secara umum terdapat dua kelompok pemanfaat;
yaitu kelompok peneliti (riset) dan kelompok yang berorientasi implementasi
(Peter dan Olson, 1999). Pemanfaat yang tergolong dalam kelompok kedua
meliputi: organisasi pemasaran (pemasar maupun produsen), lembaga pendidikan
dan perlindungan konsumen, organisasi pemerintah dan politik, serta konsumen (Peter
dan Olson, 1999 dan Sumarwan, 2004). Peran perilaku konsumen bagi lembaga
pendidikan dan perlindungan konsumen adalah untuk mengetahui dan memengaruhi
konsumen. Bagi organisasi pemerintah dan politik perilaku konsumen berperan
sebagai perumusan kebijakan publik dan perundang-undangan untuk melindungi
konsumen. Pemerintah berkewajiban untuk memengaruhi pilihan konsumen melalui perlindungan
terhadap hak dan kewajiban konsumen terhadap produk bisnis yang telah diberikan
izin operasionalnya. Kelompok konsumen individu maupun organisasi akan menukarkan
sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhannya.
Teori consumen behavior memberikan warna bagi
bagi sistem pemasar kontemporer saat ini, dimana produsen dan organisasi bisnis
berusaha meningkatkan kualitas pemasarannya dengan memperhatikan aspek-aspek pembaharuan
pemasaran yang teruji kredibilitasnya, yang dapat dijadikan pertimbangan dalam
menyusun strategi guna memahami isu-isu kontemporer. Manifestasi konsumen
terhadap isu-isu tersebut biasanya berhubungan dengan psikologi yang dirasakan
konsumen ketika menggunakan suatu produk (Appiah-Gyimah et al., 2011). Dengan berbagai
variabel psikologi yang memiliki keterkaitan satu sama lain dengan mempertimbangkan
kesamaan pendapat dari ahli pemasaran dalam hal segmentasi dan respon pelanggan
setelah merasakan program marketing mix yang telah dijalankan oleh
perusahaan.
Pendekatan untuk Mengenali Perilaku Konsumen
- Pendekatan Interpretif, merupakan pendekatan yang mebahas secara mendalam hal-hal mendasar mengenai perilaku konsumen. Pendekatan ini menggunakan teknik observasi langsung yaitu menggunakan teknik wawancara yang dilakukan secara dalam dan menyeluruh. Selain itu pendekatan ini juga mengutamakan focus group discussion. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kesimpulan mengenai makna suatu produk atau jasa bagi konsumen, serta perasaan yang dialami konsumen dalam melakukan pembelian hingga penggunaan produk maupun jasa tersebut. Contoh dari pendekatan ini dapat dilihat melalui Komunikasi Bisnis bagian SOCO by Sociolla.
- Pendekatan tradisonal, merupakan pendekatan yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behavioral serta ilmu sosiologi. Pendekatan ini menggunakan studi lapangan berupa eksperimen yang didukung dengan survey dengan tujuan untuk menguji hipotesa penelitian yang berkaitan dengan teori. Setelah itu mencari sebuah pemahaman mengenai proses seorang konsumen menganalisa beberapa informasi, membuat keputusan, dan pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan teori dan metode yang relatif dan digunakan untuk menjelaskan perilaku konsumen serta pembuatan keputusan konsumen.
- Pendekatan sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika, pendekatan ini menggunakan teori dari Abraham Maslow yaitu Teori Hierarki Kebutuhan Maslow. Teori ini berisi tentang hierarki kebutuhan manusia yang kemudian diuji coba dengan model Ilmu Matematika. Pendekatan ini bertujuan untuk memprediksi moving rate analysis atau pengaruh strategi marketing terhadap pillihan dan pola konsumsi.
Secara umum karakteristik konsumen berorientasi pada variabel demografi, psikografis, dan variabel perilaku yang konkretnya dapat membantu marketer memahami faktor-faktor apa yang mendasari keinginan konsumen. Karakteristik konsumen dipengaruhi oleh lingkungan budaya dari awal konsumen dibesarkan hingga dimana seorang konsumen tinggal saat ini serta bagaimana interaksi kehidupan sosial dan lingkungan sosialnya.
Faktor-Faktor Karakteristik Konsumen
1.
Budaya
Nilai-nilai budaya menjadi salah satu
indikator penentu konsumen untuk melakukan pembelian.
“a pattern of basic
assumption-invented, discovered, or developed by a given group as it learns to
cope with its problems of extemal adaptation and internal integration-that has
worked well enough to be considered valuable and, therefore to be taughgt to
new members as the correct way to perceiveed and feel in relation to those
problems” – Schein Edgar.H (1983)
Hal ini mengandung beberapa makna
yaitu:
1.
Adanya seperangkat
nilai-nilai yang dianut bersama oleh para anggota masyarakat, yaitu menyangkut ‘apa
yang baik, dan apa yang tidak sesuai’
2.
Nilai-nilai yang dianut
bersama seringkali diterima begitu saja
3.
Adanya simbol-simbol, ritual,
artifak dimana budaya itu dikomunikasikan.
Menurut Greenberg, Baron
(2000), jika ditinjau dari segi fungsinya, budaya memegang peran penting dalam
3 hal, yaitu:
1)
Memberikan sense of identity
kepada setiap anggota masyarakat
2)
Mendorong terwudujudnya
komitemen terhadap pencapaian tujuan kelompok
3)
Memperjelas dan memperkuat
pola perilaku standar yang berlaku pada komunitas yang bersangkutan.
2.
Sosial
Menurut Kotler (2005:206), perilaku
seorang konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti kelompok acuan
yang terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung atau tidak
langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang, keluarga yang merupakan
organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat, serta kelompok
peran dan status dimana kedudukan dapat memengaruhi konsumen dalam melakukan
pembelian.
3.
Karakteristik
Pribadi
Kepribadian akan mengarahkan perilaku
seseorang secara khas dan konsisten. Pemahaman terhadap aspek personality memungkinkan
produses mengetahui kecenderungan-kecenderungan konsumen terhadap cara
melakukan konsumsi. Jika membicarakan masalah kepribadian maka akan terkait
konsep mengenai gaya hidup. Karena gaya hidup sesungguhnya merupakan ekspresi
dari ciri kepribadian. Gaya hidup merupakan manifestasi eksternal dari
karakteristik-karakteristik kepribadian individual (Mowen dan Minor, 2001).
Referensi
Dwiastuti, R., & Agustina Shinta. (2011). Perilaku
Konsumen. 1–36.
Panatagama,
A. (2022). Semua Tentang Consumer Behaviour: Apa Saja Jenis-Jenisnya?
Terralogiq. https://terralogiq.com/consumer-behaviour/
Radu,
V. (2023). Consumer behavior in marketing – patterns, types, segmentation.
Omniconvert.
https://www.omniconvert.com/blog/consumer-behavior-in-marketing-patterns-types-segmentation/
Rumondang,
A., Sudirman, A., Sitorus, S., Kusuma,
aditya H., Manuhutu, M., Sudarso, A., Simarmata, J., Hasdiana, D.,
Tasnim, T., & Arif, nina F. (2020). Pemasaran
Digital dan Perilaku Konsumen.
Santoso,
D. T. T., & Purwanti, E. (2013). Pengaruh Faktor Budaya, Faktor Sosial,
Faktor Pribadi, Dan Faktor Psikologis Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen
Dalam Memilih Produk Operator Seluler Indosat-M3 Di Kecamatan Pringapus Kab.
Semarang. 6(12), 112–129.
.png)

Komentar
Posting Komentar