Belajar Bisnis

 


Mengapa kita belajar bisnis?

 

Bisnis merupakan suatu kegiatan yang sangat erat dalam kehidupan kita, secara tidak langsung kita melakukan kegiatan bisnis. Dengan berbisnis, kita mendapatkan banyak manfaat. Tujuan utama bisnis adalah mendapatkan keuntungan. Keuntungan bukan hanya dari segi keuangan tapi ada banyak aspek yang dapat memengaruhinya. Misalnya saya, Nadhea Meivelia membuka bisnis, pertama saya akan mencari modal, modal berupa kepercayaan. Saya menjadikan kepercayaan sebagai modal utama saya karena saya seorang muslim saya belajar dari kisah Rasulullah SAW yang memiliki sifat amanah yang berarti dapat dipercaya. Dengan kepercayaan dari diri kita maupun dari orang lain saya percaya bahwa bisnis yang kita jalani akan lebih bertahan dan mampu bersaing. Dengan mendapatkan keuntungan kepercayaan saya mampu dikenal lebih banyak orang. Selain kepercayaan saya juga butuh modal berupa ilmu pengetahuan dan pengalaman, dengan memiliki pengetahuan tentang bisnis, bisnis saya nantinya akan lebih tertata dengan baik, selama belajar secara tidak langsung saya mendapatkan ilmu dari pengalaman dari orang lain yang membuat saya lebih berhati-hati. Terakhir saya butuh modal finansial, saya sangat bersyukur karena memiliki kesempatan bekerja sambil kuliah sehingga saya mendapatkan keuntungan berupa waktu, dari bekerja saya dapat mengumpulkan modal dari gaji yang saya dapatkan. Dengan hal ini saya mampu memenuhi kebutuhan saya dan keluarga saya. Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah kita belajar bisnis karena kita butuh keuntungan untuk memenuhi segala aspek kehidupan kita sebagai manusia dan makhluk hidup lainnya.

 


Ruang lingkup kegiatan dalam bisnis sangat luas, akan tetapi kegiatan bisnis dapat digolongkan menjadi tiga aspek, antara lain:

1.  Aspek Produksi

Produksi (Production) merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengolah suatu bahan baku atau sumber-sumber yang ada agar tercipta suatu produk yang mempunyai nilai guna yang lebih tinggi. Pihak yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen.

2.  Aspek Distribusi

Distribusi (Distribution) adalah suatu proses penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dan para pemakai, saat barang atau jasa tersebut diperlukan.

3.  Aspek Konsumsi

Konsumsi (Consumtion) adalah suatu pemanfaatan nilai guna suatu barang atau jasa demi terpenuhinya suatu kebutuhan. Orang yang melakukan konsumsi disebut konsumen. Konsumen adalah setiap orang yang memakai barang dan jasa yang tersedia, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, kemompok, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan kembali.

Banyak yang menggolongkan aspek-aspek tersebut sebagai 'jenis bisnis' namun itu adalah hal yang keliru. Aspek diatas bukanlah 'jenis' dari bisnis, melainkan komponen dalam suatu bisnis.



 

Keinginan manusia, ada karena manusia memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi. Kebutuhan dibagi menjadi dua yaitu, kebutuhan pokok dan kebutuhan tambahan. Kebutuhan pokok merupakan sesuatu yang harus dipenuhi oleh manusia seperti makan, tempat tinggal, dan pakaian. Sedangkan kebutuhan tambahan merupakan kebutuhan yang mendukung berjalannya kehidupan supaya lebih baik lagi.

Sumber daya bisa berasal dari alam maupun buatan. Sumber daya alam bisa kita dapatkan secara bebas dan tidak terbatas. Sedangkan sumber daya buatan bisa kita dapatkan untuk melengkapi kekurangan dari sumber daya alam.

Cara berproduksi ada bermacam-macam. Manusia senantiasa berproduksi dalam kehidupannya, contoh yang paling mendasar manusia memiliki akal yang membuat dia bisa menghasilkan ide dan pemikirannya.



Saat ini sistem perekonomian dan sistem pasar di era digital menjadi lebih efisien dan memudahkan berbagai pihak dalam aktivitas ekonomi. Dengan adanya pasar online penjual dan pembeli dapat melakukan jual-beli dengan lebih praktis, tidak perlu keluar rumah melainkan barang yang datang. Selain itu, saat ini juga banyak wadah atau aplikasi untuk melakukan jual beli sehingga pembeli merasa lebih aman untuk melakukan transaksi.



 
 
Pak Eko Yulianto mengatakan "Hakikat bisnis yang sesungguhnya adalah mementingkan orang lain. Ini bukan sekadar konsep kemuliaan dan spiritualitas. Ini konsep bisnis. Bahkan saya ingin mengatakan bahwa bisnis itu sendiri pada hakekatnya adalah spiritualitas"

 



Komentar

Most Popular