Tujuan Aku di Manajemen

 

Arti Manajemen menurut Nadhea,

   Pada awalnya saya punya pemikiran "setiap orang punya tujuan dan setiap orang juga punya kepercayaan". Apapun tujuannya pasti dilakuin untuk kebaikan dirinya sendiri. Kadang dari tujuan buat banyak orang yang kecewa bahkan terluka tapi ya mau gimana demi tujuannya apapun dilakuin. Kita mungkin gak akan bisa langsung sampai ke tujuan itu, selalu ada proses didalamnya. Kadang ada keraguan, kadang ada kekhawatiran, kadang ada ketidakpastian. 

Namun setelah saya belajar dan mengenal manajemen, hal itu membuat kepercayaan dari pendapat itu mulai hilang karena saya yakin bahwa "setiap orang punya tujuan yang baik yang bukan hanya untuk dirinya tapi untuk lingkungan sekitarnya". Kenapa? kita hidup sebagai makhluk ciptaan-Nya, yang senantiasa diciptakan hanya untuk mengabdi kepada-Nya, dengan cara apa? banyak, Kita hidup juga gak cuma sendirian tapi berdampingan, mulai dengan manusia lain, tumbuhan, hewan, bahkan sampai mahluk yang tak kasat mata sekalipun (mesti diliat pake mikroskop, karena terlalu kecil). Lalu-lalu setelah itu masa iya hidup cuma sekadar untuk kebaikan diri sendiri, terlalu egois diri ini. Maafin yaa sebelumnya. Dengan manajemen saya lebih yakin dapat lebih baik lagi untuk mengatur hidup, mulai dari belajar mengatur waktu yang cuma di jatah 24 jam sehari, mengatur pertemanan yang mungkin sekarang lebih selektif lagi untuk berteman (karena sekarang banyak temen yang toxic gaes hati-hati), abis itu yang penting banget kayanya yaa ngatur uang (kayanya ini cepet bgt abis sebelum diatur) makanya dari itu mulai deh belajar Manajemen biar hidup ini better (like a judul blog gue, wkwk).

Setelah belajar juga ternyata yaa, penerapannya masih belum maksimal juga, disini saya, aih kaku banget pake saya. nama aja deh, nadhea. Misal yang sehari-hari yaa, pengen banget punya manajemen waktu yang baik. prosesnya be like

sumber foto: story instagram curhatan nadhea @nadaye__ Agustus 2019

but, sulit dan ajaib banget untuk mengatur waktu. Pengennya sih itu waktu diisi dengan yang baik-baik ya kan, tapi kadang ada aja khilafnya. Di dalem buku itu ada target per tahun, per bulan, per minggu, sama per hari. Dulu awal bikin buku itu niatnya "menghindari deadline" tapi selama proses, ngumpulin tugas hampir deadline itu nikmatnya beda banget sensasinya. Tapi aku harus berubah, gak selamanya hidup terus kan, muncul lagi pemikiran, "satu detik setelah ini pun kita gak tau masih hidup apa ngga" jadi isi waktu dengan yang baik-baik. Lanjut, kenapa nadhea mulai belajar manajemen waktu? karena nadhea yakin "orang yang sukses adalah orang yang hidupnya tertata dengan baik". Setelah itu namanya masih belajar, pasti ada aja nundanya, atau terlalu terlena dengan drama, jadi mulai evaluasi lagi, untuk lebih mengatur skala prioritas. Skala prioritas itu penting banget, jadi kita bakal lebih ngedahuluin yang penting dulu daripada yang ngga nya, misal kaya sekarang ini, hari sabtu udah UTS ya kan, nah yang biasanya senin-jumat waktu diisi dengan nonton 6 episode drama korea, ditahan dulu pliss, buat komitmen sama diri sendiri yang lebih penting ya belajar UTS, mungkin kalo mau nonton ya janji lagi dikurangin jadi 4 episode itung-itung ngurangin stres belajar. Asikin aja ya kan. Komitmen juga ternyata ngaruh banget kan sama waktu belajar, yang nantinya ngaruh juga sama hasil nantinya. Dari komitmen kita bakal lebih kuat lagi untuk mencapai tujuan. Coba bayangin aja dalam perusahaan punya tujuan yang sama antara perusahaan dan karyawannya, tapi mereka gak punya komitmen, jadi mereka seenaknya aja gitu kerjanya, yang nantinya mungkin hasil produksinya jadi gak maksimal. Komitmen disini juga bisa dibilang peraturan dalam kontrak kerja kali ya. Abis itu ada lagi yang penting, dari sekadar nadhea belajar manajemen waktu nadhea jadi bisa lebih bijak lagi dalam memaksimalkan waktu dan mengevaluasi dari keterlambatan waktu yang sebelumnya. Cobain deh rasanya bikin manajemen waktu, rasanya ah mantap, wkwk.

Lagi-lagi, kenapa nadhea ngambil jurusan manajemen? Bukan hanya sekadar hasil minat bakat mengarahkan ke manajemen, tapi nadhea enjoy di bidang ini. Setelah merasakan kerja, baru sadar banget kalo gak suka banget di atur sama orang, harus ngelakuin ini itu sesuai perintah, i dont like it. Kaya ngerasa diri ini bukan nadhea banget gitu. Makanya, pengen belajar lebih baik lagi nyari ilmu untuk mengatur diri sendiri dan memperlakukan orang lain dengan baik. 

Setelah belajar 6 pertemuan apa aja yang di dapet?

1. Pengertian manajemen

disini baru tau kalo ternyata arti manajemen itu "seni melaksanakan dan mengatur". Manajemen  adalah suatu cara/seni mengelola sesuatu untuk dikerjakan oleh orang lain. Mengatur untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

2. Manajemen punya empat dasar manajemen

Pertama perencanaan, kedua pengorganisasian, ketiga pemimpinan, keempat pengendalian, hal ini dibutuhkan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

3. Tingkatan manajemen

Hal ini perlu kita ketahui, untuk mengetahui apa saja hak dan kewajiban yang kita miliki.

4. Keterampilan yang dibutuhkan

Menjadi seorang manajer tidak hanya semata-mata mengatur orang, tapi dibutuhkan keterampilan khusus, misalnya komunikasi yang baik, memiliki pengetahuan yang luas, kemampuan mengambil keputusan, dan kemampuan untuk berani bertanggung jawab

5. Tugas dan Fungsi 

Singkatnya manajer bertugas untuk merekrut/mempertahankan staf, mengordinir, menempatkan, menetapkan tujuan, melatih, mengevaluasi, dan menyelesaikan tujuan. Sedangkan fungsi manajer yaitu fungsi perencanaan, fungsi pengaturan, fungsi pengawasan, fungsi kepemimpinan, dan fungsi evaluasi.

6. Tanggung jawab manajer

Tanggung jawab utama seorang manajer adalah menyelesaikan tujuan organisasi dengan efektif dan efisien. Selain itu tanggung jawab seorang manajer adalah seperti yang dibilang pak Eko Yulianto, ST, MM yaitu "manajer yang baik adalah yang mampu memanusiakan manusia" dan saya setuju dengan itu.

7. Organisasi dan budayanya

Setiap organisasi gak cuma berasal dari asal yang sama, kita hidup di Indonesia dengan banyak suku, agama, ras, dan adat istiadat yang berbeda-beda. Hal ini bisa menjadikan kekuatan untuk organisasi bisa juga menjadi kelemahan. Menjadi kekuatan karena dengan banyaknya keanekaragaman menjadikan keuntungan tersendiri dari sebuah organisasi mungkin bisa dikenal karena keunikannya. Bisa juga menjadi kelemahan karena dengan perbedaan pendapat bisa menimbulkan konflik atau perpecahan.

8. Cara bagaimana mengelola keberagaman

Disini diajarkan juga bagaimana kita untuk meminimalisir adanya perbedaan karena keberagaman, misalnya dengan musyawarah, bisa juga dengan menjadikan keberagaman menjadi kekuatan.

9. Bertanggung jawab atas sosial dan etika

Dalam materi ini kita diberi gambaran bagaimana cara beretika dan bertanggung jawab sosial, disini diberikan contoh Freeport di papua dulu tenaga ahlinya dari pulau jawa, sekarang dia menyediakan sekolah sehingga sekarang tenaga ahlinya rata-rata orang asli papua, kenapa demikian? karena Freeport bertanggung jawab atas masyarakat tanah Papua dengan meningkatkan pengetahuannya.

Dalam manajemen

Knowledge 30% skill 30% attitude 40%

Butuh pengetahuan yang didukung oleh keterampilan dan yang paling banyak porsinya yaitu attitude atau perilaku, di masa sekarang ini adab sangat diperlukan untuk memanusiakan manusia.

Terima kasih sudah mampir disini,

Komentar

Most Popular